Muhasabah

Muhasabah

Saat kau selipkan matahari dan bulan
di sisi saku hari-hari mu
yang sempat kau abaikan.
sedangkan taring waktu, tetap saja tajam
mengoyak setiap detik usia
yang belum sempat merasakan kepuasan

aku juga tak paham dengan alibi mu,
yang ingin tampak seperti dahulu,
dan bukan berfikir tentang nanti
atau juga besok
bahkan detik ini juga.

ingat, matahari dan bulan yang kau sembunyikan
saat ini, akan tetap berontak untuk berganti
mengiring masa-masa yang kian ramai.

maka, temani saja sepi mu sendiri
dalam renung relung yang hakiki.

Jogja, akhir 2010

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s