Journey to a Dream

Journey to a Dream

mari bersulang…
dan duduklah di sebelah kanan ku
dan ceritakanlah semua perjalanan
yang telah kau lalui

“jalanan yang tetap beriringan,
di sela waktu yang hampir senja.
bahkan rembulan kemerahan yang menjemput ku
waktu itu, dan langkah kakiku tersandung
batu nisan berwarna emas”

lalu…?

“semburat mega, berwarna darah
terus saja membayang di setiap ruangan
yang kian pekat”

dan, apakah kau akan lanjutkan
perjalananmu itu?

“ya, dan do’akan agar aku mampu
mengiring tiupan angin
yang gemuruhnya pernah kau rasakan juga”

baik, teruskan langkah mu
setidaknya, kau telah menyiapkan
sebutir mutiara untuk kau benamkan
di setiap sudut benua kehidupan.

Ponorogo, 28 Januari 2011.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s