Di Ujung Keramaian

Di Ujung Keramaian

Geriak air bening
nyanyikan rayuan, beriring nadanada sepi
dan kian larut membawa berita, tentang hampa.
Mungkin rapuhnya rasa
tak lagi dapat menitik embun
dingin di kancah pergolakan
hingga suam ruam dan pucatpasi,
bayang di lautan kepala
yang tunduk keberatan.

Semalam, masih sempat bertemu
di ambangbatas sikusiku kehidupan
lengkap dengan berbagai senyum palsu

semalam, jalanan ramai oleh para kaki
gemuruhnya serentak, dalam ketidaksabaran
cepat, merapat di tiap dinding aneka rupa
berebut kata, lengkap dengan egonya.

Hingga pagi ini,
tak sempat lagi berjabat
demi mengikhlaskan kebusukan pikiran
dan bertandang di arena taman bunga.

Ponorogo, 22-03-2011

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s