Di Atas Tanah Berpasir

Di Atas Tanah Berpasir

melintasi setapak berpasir
beriring bayangbayang berhimpit
pada keheningan yang nampak
seperti lorong malam di ujung bulan

sampai kapan hidup berserak
jika tiap tangan yang bergandengan
hanya mencari kesempatan
untuk bersinggungan di tiap sudut mata.

perjalanan tetap berlanjut
tangan yang bergandeng tetap bergayut
memaksa berganti berayun
dan tak lagi pedulikan luka sahabat
yang setia menuntun

tanah berpasir,
saksi setiap langkah yang gaduh
hingga butirbutir berlian
berjatuhan,
dan tak pernah ada yang merasa
kehilangan.

Ponorogo, 26-03-2011

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s