Catatan Harian

Catatan Harian

risau itu tak mewakili ku,
untuk pergi dari tempat bernaung
kala legamnya kulit yang terbakar terik
memberi makna pada sisi temaram
senja yang membawa berita
tentang kopi pahit yang terhidang di meja tamu
telah dingin.

sesaat, ku lihat jam dinding
terus berpacu tak pernah peduli
dan catatan merah di tiap buku harian
semakin memeriahkan pesta kesepian

kawan, berjalanlah kemari
dan segera raih tangan ku.
ajak aku dan risau ini pergi bersama mu.

Jogja, 18 Des ’10

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s