Belajar Padanya

Belajar Padanya

seekor burung malang
bertengger pada batu nisan.
sayapnya lemah tak mampu berkepak
paruhnya tertunduk pada kebisuan
dan hanya sesekali menjeritkan nyanyian
pilihan hidup atau tak hidup.

burung gagak hitam menghampiri,
“segera makan aku!”
tapi, “aku tak lagi makan bangkai”
perlakuannya yang jinak
tak lagi mengabarkan kematian
dalam rupa wujudnya yang tetap hitam.

seperti datangnya teman lama
akrab membawa masa perbedaan,
dan “mereka pun pernah mengajari”
menggali kubur untuk saudara.

gagak hitam, burung malang, dan
gundukan tanah tempatnya perpijak.
“sekedar menyampai kabar,
sedangkan kita pernah belajar”.

Ponorogo, 09 April 2011

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s